Tidak
semua orang menyukai sayuran dan buah-buahan. Mayoritas dari mereka lebih
memilih mengomsumsi makanan yang lebih menarik dan praktis. Sebut saja pizza,
humberger, mie instan dan sosis merupakan segelintir contoh makanan fastfood (cepat
saji) yang menggugah selera bagi siapapun yang melihatnya. Sementara
sayur-mayur dan buah-buahan dianggap sebagai bahan makanan sampingan yang
terasa hambar dan menjemukan. Namun, dibalik rasa dan tampilan yang kurang
memikat tersebut, ternyata sayuran maupun buah-buahan mengandung manfaat yang
begitu besar.
Sayuran
merupakan kelompok makanan yang kaya akan nutrisi, baik untuk kesehatan, mudah
didapat, terjangkau, dan bervariasi menjadi beragam menu masakan. Jenis, bentuk
dan warnanya pun bermacam-macam. Ada sayuran yang berwarna hijau, seperti sayur
bayam, kangkung, kacang-kacangan dan lain-lain. Ada pula sayuran yang berwarna
cerah, seperti wortel, tomat, paprika dan sebagainya. Selain itu, mengonsumsi
sayur-sayuran tidak akan berpengaruh pada berat badan seseorang.
Sehingga, masyarakat tidak perlu merasa cemas apabila mengonsumsi
sayur-sayuran.
Sayuran
yang berwarna hijau mengandung kalori yang rendah dan berserat tinggi. Hal
tersebut membuat perut seseorang kenyang dan tidak mudah lapar. Lain halnya
dengan sayuran yang berwarna cerah seperti warna merah atau orange. Jenis
sayuran ini banyak mengandung zat karoten yang baik untuk
mata. Membuat mata manusia cerah dan jelas untuk melihat keeindahan dunia.
Sungguh, manusia akan merasakan dampak posistif yang sedemikian besar dari
sayur mayur ini.
Meskipun
banyak kelebihan yang tersimpan dalam sayur-sayuran, ternyata masih ada
masyarakat yang menghindarinya. Ada berbagai faktor yang menjadikan seseorang
anti terhadap sayur, seperti keturunan, kebiasaan, kesehatan dan sebagainya.
Faktor kebiasaan inilah yang seharusnya dienyahkaan dari mindset seseorang,
karena semua itu berawal dari pikiran. Jika berpikiran tentang pentingnya
menjaga kesehatan, tentu ia tidak akan segan-segan untuk mengonsumsi
sayur-sayuran.
Sebenarnya
terdapat beberapa cara guna mengantisipasi tidak suka makan sayur, salah
satunya adalah dengan melakukan inovasi dan kreasi dalam pengolahan sayuran.
Sayuran dapat menjadi sebuah masakan yang berbeda dan baru, yang tentunya tidak
menjemukan dan dapat menarik perhatian. Contoh menu sayuran yang berbeda adalah
ice krim bayam, cup cake wortel dan lain-lain. Apabila seseorang sedang malas
atau belum dapat memasak, itu tidak menjadi masalah besar. Pada zaman digital
seperti sekarang ini, semua hal menjadi mudah termasuk dalam mengonsumsi
makanan. Masyarakat tinggal memesan makanan yang dikehendaki melalui ponsel
pintar.
Berbeda
dengan sayuran, buah-buahan adalah komoditi yang lebih diminati masyarakat,
baik anak-anak, remaja, maupun yang sudah lansia (lanjut usia). Mengapa
demikian? Sebab rasa dari buah-buahan jauh lebih nikmat daripada sayur-sayuran.
Namun, buah-buahan juga beranekaragam jenisnya, ada yang buah berair, buah
berduri, buah masam dan sebagainya. Masing-masing buah memiliki kandungan zat
yaang berbeda dengan manfaat yang berbeda pula.
Salah
satu contoh buah yang banyak digemari masyarakat segala usia adalah buah jeruk.
Buah jeruk yang bernama latin citrus sp ini berasal dari
kawasan Himalaya. Ketika seseorang mendengar kata jeruk, yang terlintas dibenak
mereka adalah vitamin c. Vitamin c banyak terkandung pada buah yang berwarna
merah atau orange, termasuk jeruk. Tidak hanya menyembuhkan sakit sariawan dan
bibir pecah-pecah saja, ternyata buah jeruk juga dapat sedikit membantu
menangkal virus yang akhir-akhir ini tengah mengancam keselamatan
masyarakat, apalagi kalau bukan virus Corona (Covid-19).
Virus
yang berasal dari negeri Tirai Bambu ini, sudah menelan banyak korban. Tidak
terhitung berapa jumlah kerugian yang ditimbulkan akibat keganasan virus
Corona. Tidak hanya menyerang fisik, virus Corona juga mengancam perekonomian
global dan stabilitas sosial. Virus Corona sangat cepat menyebar ke berbagai
penjuru dunia, tidak terkecuali Indonesia. Terlebih Indonesia adalah salah satu
negara yang dekat jaraknya dengan China, jadi tidak menutup kemungkinan dapat
tertular virus tersebut.
Pemerintah
dan masyarakat harus segera mengambil tindakan yang masif dan terarah guna
menangkal virus ini. Cara agar dapat mengantisipasi penyebaran virus Corona
dapat dilakukaan dengan beberapa hal, diantaranya adalah mengonsumsi makanan
yang terbukti menyehatkan dan benar-benar berpengaruh terhadap virus ini.
Makanan tersebut tentu telah terkualifikasi oleh para ilmuan, sehingga dapat
menjadi penangkal virus Corona. Salah satu makanan yang terbukti mujarab adalah
buah-buahan yang mengandung vitamin C, sebagaimana yang telah diteliti oleh
akademisi UI dan UGM di Indonesia. Mengapa demikian? Sebab, dengan mengonsumsi
vitamin C seseorang akan memeroleh imun (kekebalan tubuh) yang tinggi untuk
menangkal virus Corona.
Vitamin C
biasanya dapat diperoleh dari buah yang berwarna orange atau merah dan berasa
asam, seperti jambu dan jeruk. Buah-buahan tersebut sangat membantu dalam
peningkatan kekebalan tubuh. Namun tidak sampai disitu saja, masyarakat perlu
mengimbangi dengan pola hidup yang sehat, olah raga yang cukup, menjaga
kebersihan, rajin mencuci tangan dan sebagainya, sehingga effect mengonsumsi
buah yang mengandung vitamin C dapat benar-benar dirasakan. Jadi, mari
bersama-sama kita memulai hidup sehat dengan mengonsumsi makanan yang sehat dan
bergizi agar terhindar dari segala penyakit.
Tulisan ini telah tayang di
Radar Sulteng pada 24 Maret 2020
*Oleh: Wahyuni Tri Ernawati (Mahasiswi Fakultas Sains dan
Teknologi UIN Walisongo Semarang)
Reviewed by Wahyuni Tri Ernawati
on
April 23, 2022
Rating:


Tidak ada komentar: