Puisi: Alunan Gendang Kematian (MR:8)


 

Di penghujung jalan kehidupan

Menanti-nanti kepergian

Bersama ruh yang tidak segan

Tidak segan untuk dijemput malaikat Tuhan

Sosok tanpa peri yang menjadi utusan

 

Awan laksana gumpalan

Riuh angin berhembusan

Warna pekat menjadi tanda kegelapan

Aroma sakaratul menyengat ke indera penciuman

Siap menerjang semua insan

Yang sudah digariskan Tuhan

 

Insan tak mampu menolak

Insan tak berdaya

Hanya butir debu dibanding kekuasaan-Nya

Hanya ikhtiar dan tawakkal memenuhi perintah-Nya

 

Bila batas usai

Gendang kematian bertalu bersama dawai

Pasang mata tertelungkup

Semua menangis lunglai

Sampailah akhir perjuangan

 

Masa ditutup pintu-pintu kelakuan

Dosa dan amal dipertimbangkan

Tanpa narasi kebohongan

Tanpa embel-embel kedustaan

Hanya kejujuran yang tunjukkan jalan

Siapa insan yang memanfaatkan

Siapa insan yang menyia-nyiakan

 

 


Puisi: Alunan Gendang Kematian (MR:8) Puisi: Alunan Gendang Kematian (MR:8) Reviewed by Wahyuni Tri Ernawati on Juni 24, 2022 Rating: 5

Tidak ada komentar:

top navigation

Diberdayakan oleh Blogger.