Semilir angin
Bawalah jauh puing-puing ratapan
Jauh, hingga tiada sisa lagi
Ke dasar samudera
Ke ujung Cakrawala
Ke manapun, asalkan ia tidak
kembali lagi
Diri ini tidak tahu menahu
Apakah masih sanggup untuk
menghadapi kesekian kali
Ataukah malah runtuh tidak mampu
membentengi
Lelah . .
Iya, raga ini memang lelah
menghadapi
Apa karena fisik ini terlampau
kuat,
Sehingga cobaan datang silih
berganti?
Entahlah . .
Mungkin itu sudah menjadi rahasia
semesta
Sekuat apapun daya menampik,
Ratapan akan hadir tanpa
segan-segan
Tidak peduli ruang dan waktu
Tidak peduli betapa nelangsanya
aku
Ratapan . .
Mengapa kau senantiasa setia
menetap di relung jiwa?
Tak tahukah bahwa hidup menjadi
hambar nan hampa?
Laiknya langit berselimut mendung
Diri ini resah tidak tentu arah
Bimbang tidak terdefinisikan
Pahamilah . .
Diri ini juga manusia biasa
Terkadang ia salah pun terkadang
lupa
Sekalipun berusaha setegar batu
karang
Namun, diri ini juga mempunyai
batas kemampuan
Jadi pusaran ratapan . .
Tolong pergilah
Reviewed by Wahyuni Tri Ernawati
on
Mei 24, 2022
Rating:


Tidak ada komentar: